Posted in 3 stars, books, buku, cute, hundred oaks, kontemporer, light reading, miranda kenneally, novel, racing savannah, resensi, review, romance, young adult

Review : Racing Savannah (Hundred Oaks #4) by Miranda Kenneally

18639165

“Love is so simple, but so complicated sometimes.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Sebenarnya agak jauh juga jarak baca dari buku 1-3 seri Hundred Oaks ke buku 4nya ini, 2-3 bulan ada lah yaa. Untungnya karakter dari tiap buku memang beda-beda dan ga terlalu berhubungan jadi ga harus nginget-nginget karakter lama yang pernah muncul :p

Cerita singkatnya Savannah yang baru pindah ke Cedar Hill, sebuah peternakan yang cukup gede di Tennessee miliki keluarga Goodwin yang cukup tajir. Savannah pindah bersama ayahnya, Danny Barrow yang berkerja sebagai pengurus kuda head groom bagi kuda-kuda super mahal buat dilombakan punya keluarga Goodwin dan pacar ayahnya yang sedang hamil, Cindy. Si anak pemiliki Cedar Hill ini, Jack Goodwin yang seumuran dengan Savannah belajar buat ngatur segala hal tetek bengek tentang peternakannya sehingga otomatis jadi boss Savannah juga yang berusaha bekerja sebagai excercise rider. Nah dengan keras baik keluarga Jack maupun keluarga Savannah ngelarang mereka berdua buat dekat. Tapi yang namanya remaja, mereka berdua yang sejak awal ketemu udah saling lirik ya mau gimana lagi ujung-ujungnya juga mereka bakal ‘hang out’ berdua daan sisanya bisa kalian tebak sendiri :p

Jujur, aku lebih suka Racing Savannah dibanding 3 buku sebelumnya dari seri Hundred Oaks ini. Chemistry tiap karakternya itu lebih dapet dan ga terlalu flat tapi dibanding buku-buku YA kontemporer lain seri ini termasuk plain sih :/

Yang cukup aku suka selain dari covernya yang imut :3 yaitu kedekatan Savannah dengan para kuda yang ada di Cedar Hill khususnya si Tenneessee Star. Malah aku rasa chemistry Savannah sama Star lebih bagus ketimbang sama Jack, sorry Jack :/ Selain itu bagian ketika ada pernikahan Will, kakak dari Rory temannya Savannah dengan Jordan yang merupakan tokoh utama dari buku pertama seri Hundred Oaks juga benar-benar aku suka :3

Advertisements
Posted in 5 stars, books, buku, Claire LaZebnik, cute, funny, kontemporer, light reading, love triangle, novel, resensi, review, romance, The Trouble with Flirting, young adult

Reviewhe Trouble with Flirting by Claire LaZebnik

15819621

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

5 FABULOUS STAR

Okay jadi sudah ada 4 buku karya Calire LaZebnik dan ini merupakan bukunya yang paling kusuka. Seperti buku Claire LaZebnik yang lain, The Trouble With Flirting masih bercerita tentang cinta remaja yang manis dan imut.

Cerita singkatnya, Franny Pearson seorang cewe remaja Phoenix dengan orangtua yang sudah bercerai dan hidup apa adanya alias bukan cewe tajir harus bekerja selama musim panas di sebuah project teater di Mansfield Theater Program. Franny bekerja sebagai asisten aunty nya yaitu penjahit kostum-kostum teater. Di Mansfield itu nanti Franny akhirnya kumpul dengan teman SMP nya dulu Julia dan kakaknya Alex Braverman. Alex Braverman ini merupakan crush masa kecil Franny dan sampai saat itu Franny juga masih suka sama Alex. Selain itu Franny juga bertemu dengan anak-anak lain seperti Vanessa, Isabella, Marie, dan Harry. Nahhhh si Harry Cartwright ini cowo keren, stylish, dan tukang flirt 😉 Franny kira Harry Cuma main-main ngedeketinnya karena memang sifat Haary tukang flirt ke hampir setiap orang tapi ….. well sebenarnya Harry juga suka ke Franny. Sooooo who’ll Franny choose? Alex, her first crush or Harry the handsome notorious flirt? 😉

Just like I said before on my review for Caught by Erika Ashby, I have this love-hate relationship with love triangle. Ang the kind of love triangle in this book is the one that I love. Nah jadi love triangle di buku ini itu ga terlalu kebaca. Kemungkinan Franny buat pilih Alex atau Harry itu 50 : 50. Nah itu kan bikin penasaran yang baca 😀

Selain karena love triangle nya, aku kasih buku ini 5 bintang juga karena ada Harry Cartwright. Harry *sigh* jujur di awal buku sempet biasa juga dan lebih suka Alex tapi lambat laun Harry dengan sifat dn tingkah lakunya yang emang funny bisa bikin Franny dan aku sebagai pembaca jatuh cinta sama dia xD ;p

 

Posted in 3 stars, books, buku, cute, dystopia, kiera cass, light reading, novel, resensi, review, romance, the crown, the selection, young adult

Review : The Crown (The Selection #5) by Kiera Cass

26072578

“You have to embrace the idea of imperfection, even in the thing that is most perfect for you.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Format : ebook

Terbit : 3 Mei 2016

ISBN : 0062392190

Hanya 3  bintang, sebenanya buku ini bisa aku beri rating 4 bintang, hanya saja penilaianku agak sedikit bias karena aku Team Kile.

Cover seri The Selection memang selalu eye catching termasuk The Crown ini. Cuma sejujurnya cover buku sebelumnya yaitu The Heir adalah cover paling bagus diantara semua seri.

Untuk segi cerita sampai ke plot semuanya fine dan aku cukup suka sih. Plotnya termasuk cepat buat seleraku dan isi ceritanya memang berkembang dari buku sebelumnya.

Karakter Eadlyn Schreave sendiri sebenarnya aku cukup suka. She’s the real queen. Di buku ini Eadlyn terlihat lebih kuat dan lebih pintar. Sejak Raja Maxon sibuk mengurusi Ratu America yang sakit, Eadlyn mulai menggantikan tugas ayahnya sebagai raja. Selain itu kepergian adik kembarnya Ahren ke Perancis juga merupakan salah satu pukulan bagi Eadlyn tapi dia tetap tegar dan menjalankan tugasnya. Kalau saja dia lebih memilih Kile dibanding Erik, Eadlyn bakal jadi salah satu heroine favoritku. Tapi … tapi, kenapa dia harus pilih Erik? KENAPA? Kasian kan Kile, padahal dia rela kalau dia harus tinggal di istana demi Eadlyn dan membuang mimpinya buat jadi arsitektur terkenal yang membangun berbagai jenis bangunan. KENAPA EADLYN? KENAPA? My poor baby Kile L

Posted in 5 stars, books, buku, fantasy, glass sword, novel, red queen, resensi, review, revolution, Uncategorized, victoria aveyard

Review : Glass Sword (Red Queen #2) by Victoria Aveyard

25741605

“No one is born evil, just like no one is born alone. They become that way, through choice and circumstance.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Format : ebook

Terbit : 9 Februari 2016

ISBN : 0062310682

 

5 FREAKIN STAR. Seperti buku sebelumnya, Glass Sword pantas mendapat rating 5 bintang. Banyak hal yang menurutku sempurna dari buku ini dan setelah selesai membacanya kalian pasti merasa, ‘wow just wow… Victoria Aveyard is a genius.’

tumblr_o2n5lgU4b51r1y5y7o1_500

Aku akui memang di awal buku alur ceritanya agak lambat juga dan membuatku ketiduran beberapa kali, oops maaf tapi aku paling ga suka alur cerita yang lambat. Menurutku bagian yang membangkitkan semangat buat ngeberesin buku ini dimulai dari proses perekrutan para newblood.  Nah di situ saya baru mulai melek lagi.

Inti keseluruhan dari buku ini tentang perekrutan newblood, Entah kalian merasa atau tidak tapi Mare, Cal, dan yang lainnya serasa menjadi Prof. Xavier dari X-Men yang berkeliling mengunjungi ‘orang-orang berkemampuan lebih’ alias mutan untuk mengumpulkannya di suatu tempat dan melatih mereka untuk mengontrol kemampuannya itu.

NEaemAN8BQQtdj_1_b

Seperti di buku pertamanya, semua mutan dan kekuatannya baik itu silver maupun newblood adalah bagian yang paling kusukai. Bagaimana mereka menyusun strategi untuk mengumpulkan para newblood sekaligus tidak menarik perhatian Maven, that was my favorite. Selain itu bagian ketika Mare, Cal, dkk menyelamatkan para silver dan newblood yang dikurung oleh Maven di penjara Corrros.Dude, that was fantastic.

Okaay meskipun aku memberi buku ini 5 bintang, tapi maaf buku ini tak luput dari kekurang dan salah satunya itu adalah Mare. Mare Barrow, the lightning girl. Entah kenapa aku rasa ga ada perkembangan karakter Mare dari buku pertama ke buku kedua ini. Di buku ini Ms. Barrow ga terlalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya baik itu keluarga Barrow, Killorn, bahkan Cal. Yang dia pedulikan Cuma dirinya, daftar newblood dari Julian, dan surat-surat dari Maven. Aku kira setelah yang semua Maven lakukan di buku pertama Mare bakal sadar tapi ternyata dia masih tetap belum move on dari Maven. Iya Mare bilang dia benci dan pengen ngebunuh Maven, tapi dalam hatinya dia masih care sama si traitor itu. Selain itu Mare di sini banyak memanipulasi dan memanfaatkan orang lain, yaa contohnya Cal sama Kilorn. Kasian mereka berdua, cinta sama Mare eh Mare nya sendiri entah suka sama siapa, ckckck.

Kekuatan Mare di sini jauh lebih hebat karena dia udah bisa mengontrolnya tapi yaa karena dia masih punya issue antara pembagian Red, Silver, dan newblood. Dia masih seenaknya memanfaatkan kekuatan itu untuk bunuh para silver yang sebenarnya ga bersalah.

18130245

Seperti kebanyakan buku bertema revolusi yang berusaha melawan pemerintahan yang ada, di buku ini yaa ujung-ujungnya juga ngeruntuhin diktator lama, si Queen Elara. Cuma kayaknya nanti di buku ketiganya bakal terjadi keributan untuk jadi penguasa baru. Selain itu kemungkinan sih bakal ada civil war antara Silver vs Silver dan Red vs Red.

Posted in 3 stars, books, buku, cinta dan kesialan-kesialan, lang leav, love & misadventure, poem, poetry, puisi, resensi, review, romance, young adult

Review : Love & Misadventure (Cinta & Kesialan-Kesialan) by Lang Leav

29589253

“Kau ingat lagu yang berkumandang pada malam kita bertemu pertama kali?

Tidak, tapi aku ingat semua lagu yang kudengarkan sejak kau pergi.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Format : paperback

Penerjemah : M. Aan Mansyur

Terbit : 11 April 2016

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 9786020325644

Jumlah halaman : 168 halaman

 

Sudah cukup lama aku penasaran dengan karya Lang Leav ini, beruntungnya di awal bulan ini Gramedia Pustaka Utama menerbitkan versi terjemahannya 😉 Aku juga merasa cukup bersyukur karena tidak ada perubahan yang terjadi pada cover nya yang menurutku cantik dan imut, thank god.

Okay jadi ini merupakan buku kumpulan puisi pertama yang kubaca. Sebelum mulai membacanya ketika aku lihat rating nya di goodread cukup membingungkan juga -,- Ada reviewer yang memberi rating sangat bagus tapi ada juga yang memberi rating sangat jelek, seriously it confused the hell out of me. Akhirnya dengan perasaan masih bingung aku mulai membacanya daaaaan jeng jeng jeng buku ini lumayan juga. Mungkin karena memang kurang terlalu suka dan jarang membaca puisi jadi ada beberapa puisi yang masih belum bisa dipahami, tapi yaa namanya juga belajar baca puisi gapapa lah ya ga ngerti juga hahaha 😀 Beberapa puisi yang kusuka seperti Lautan Orang Asing, Bunga Dinding, Barang-Barang yang Tercecer, Lagu Sedih, dan Kutukan Kecantikan.

Bahasa terjemahannya sendiri benar-benar aku sukaaa. Ringan jadi mudah dimengerti tapi ga menghilangkan unsur keindahan puisinya 😀

Seperti judulnya, Love & Misadventure hampir semua isi puisi bercerita tengtang cinta-cintaan. Memang ada beberapa puisi yang isinya kata aku sih daleeeem tapi ada juga yang meh biasa aja. Tapi kalau memang pencinta romance sejati bakal suka isi puisi-puisi di buku ini.

Posted in 5 stars, books, buku, cute, funny, kontemporer, leah rae miller, light reading, nerd, resensi, review, romance, romancing the nerd, Uncategorized, young adult

Review : Romancing the Nerd (Nerd#2) by Leah Rae Miller

25819437

“Don’t discount romance novels.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Format : ebook

Terbit : 5 April 2016

ISBN : 1633752267

Salah satu buku dengan tema ‘nerd’ yang menurut pendapatku sempurna dan pantas dapat rating 5 bintang. Meskipun saya cuma kasih 3 bintang untuk buku pertama dari seri Nerd karya Leah Rae Miller, The Summer I Became a Nerd tapi di buku keduanya yaitu Romancing The Nerd ini jauh lebih bagus dan lebih manis dibanding buku pertamanya 😉

Cerita singkatnya, Zelda Potts dan Daniel Garrett 2 remaja nerd dari Natchitoches (ribet juga ya nama kotanya -_-) yang sejak kecil akrab banget dan merupakan sahabat karib, tapi semuanya berubah semenjak Dan tumbuh dan jadi jago main basket. Semenjak itu Dan menjadi salah satu anak populer dan akhir kata setelah banyak salah paham juga Zelda jadi benci sama Dan. Mereka jadi musuhan sampai tiba waktu ketika Zelda punya ide untuk balas dendam dengan membuat unknown account dan mulai chat dengan Dan dengan tujuan mendekati Dan lalu setelah Dan cukup percaya Zelda akan mencari rahasia dari Dan dan menyebarkannya. A little bit evil I might say 😉

Okay, pertama mari kita bahas covernya. Dammit! I mean seriously, it has a beautiful cover. Dari covernya sendiri udah kegambar sosok Zelda Potts seorang remaja nerd dengan sense fashionnya yang simple tapi cakep dan rambut merahnya juga terlihat. Kalau kata aku sih covernya benar-benar screaming NERD banget 😉

Kedua, bagi para remaja cewe nerd di luar sana pasti bakal jatuh cinta sama karakter Daniel Jordan Garrett, a high level of nerd who actually good at playing basket too. Dia orang yang romantis karena sengaja menyiapkan grand gesture untuk Zelda dan Dan juga bukan orang keras kepala karena dia berani berubah misalnya untuk stand up terhadap ayahnya karena ayahnya itu terlalu mengekang Dan.

Dad, I love you, but

Ketiga, maaf tapi untuk karakter Zelda menurut pendapatku merupakan karakter remaja cewe biasa yang kebetulan dia nerd. Nothing special about her -.- but what I liked about her is that at the end of the book she finally realized that not all the popular people are jerks or assholes. Some popular people also nice when you really talk and learn to know them. So the point is not to judge people by its cover and in this case by its popularity. I don’t know why I suddenly write in English ._.

Kembali dengan bahasa Indonesia, secara umum buku ini simple, light reading, funny, dan yang paling penting itu sweet. Simple dengan maksud karena settingan tempat yaitu high school dengan main character yang masih duduk di bangku senior jadi pusat masalah di sini ringan dengan konflik yang ringan juga, yaa biasa drama high school lah ya. Light reading karena dengan konflik ringan dan hanya butuh waktu beberapa jam bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Buku ini berisi remaja-remaja nerd karena selain dari main character nya Zelda yang nerd orang-orang sekelilingnya seperti sahabatnya Logan dan Maddie (Cerita mereka ada di buku pertama, The Summer I Became a Nerd) juga merupakan para nerd sehingga banyak quotes nerd dan tingkah laku nerd yang memang cukup lucu. Selain itu karakter Maddie yang sejak awal pengen Zelda dan Dan pacaran sering sengaja bawa pop corn ketika Zelda dan Dan ada di posisi romantis dan sweet.

So it’s a bit of a shock when

Last but not least,  obrolan antara Dan dan Vera, adik Logan yang berumur 9 tahun juga cukup lucu.

I stare at her, waiting

Posted in 3 stars, a darker shade of magic, adventure, books, buku, fantasy, resensi, review, v. e. schwab, young adult

Review : A Darker Shade of Magic (A Darker Shade of Magic #1) by V. E. Schwab

A Darker Shade of Magic cover

“I’d rather die on an adventure than live standing still.”

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

My first thought when I read the blurb, Hmm interesting.

But sorry not sorry it’s not my kind of book. Yes I love fantasy but*shrug* Idk, this one just didn’t do to me. Tapi sebenernya buat para pecinta fantasi sejati dijamin bakal suka buku ini, karena dari awal sampai akhir cerita emang ga pernah lepas dari sihir dan petualangan Kell ke berbagai London. Mulai dari Grey London, Red London, dan White London.

Alurnya bisa dibilang cepet dan ngga ngebosenin karena dari awal petualangan Kell udah mulai. Tapi yaa entah kenapa sempet beberapa kali ketiduran pas baca di bagian awal, maybe something’s wrong with me?

Untuk deskripsi berbagai jenis London juga udah pas dan bisa kebayang juga kehidupan di tiap London dan perbedaannya yang jelas, Cuma kurang penjelasan tentang tiap-tiap penguasa London, kecuali si kembar Dane penguasa White London yang bener-bener dijelasin karakternya. Bahkan penjelasan tentang King dan Queen dari Red London tempat Kell hidup sebenernya agak kurang dapet apalagi King George dari Grey London yang cuma diceritain pas awal.

Yang buat buku ini beareble itu penokohannya. Pertama ada Kell yang merupakan salah satu Antari terakhir punya karakter yang bener-bener unik. Dark, mysterius yang bikin greget gimanaa gitu. Asal-usul Kell yang misterius emang agak bikin penasaran, misal : siapa orangtua Kell? dan yang paling penasaran itu singkatan K. L. yang akhirnya jadi namanya Kell. Sebenernya karakter Kell itu agak mirip sama Grim dari bukunya Gesa Schwartz. Delilah Bard, she’s one of my fav. heroine. Karakternya kuat, itu udah jelas dan agak feisty.Tapi balik lagi, misteri Lila dan obrolannya tentang matanya yang dulu sebenernya hitam bikin penasaran, dan bikin beranggapan jangan-jangan dia Antari? Who knows?

Secara keseluruhan buku ini dapat menghibur meskipun yaa ada beberapa kelemahan dan bisa bikin bosen juga.

Posted in Uncategorized

Review : Slammed (Slammed #1) by Colleen Hoover

51CGB-a-tTL._SY344_BO1,204,203,200_

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

Baiklah, ini kali pertamanya aku mencoba menulis review dalam bahasa Indonesia. Buku yang terakhir kubaca adalah Slammed yang ditulis oleh Collen Hoover. Ini adalah buku kedua dari Colleen yang sudah kubaca dan seperti sebelumnya Colleen benar-benar membuatku terkesan. Secara singkat buku ini menceritakan bagaimana Layken –tokoh utama dalam buku ini yang baru saja pindah ke Ypsilianti, Michigan setelah kematian ayahnya– menghadapi kenyataan bahwa ia mencintai tetangganya, Will Cooper yang ternyata merupakan guru bahasa Inggrisnya. Selain itu Layken juga harus dapat menerima jika ibunya menderita kanker yang umurnya tinggal sebentar. Aku tidak tahu sihir apa yang dimiliki Colleen sehingga dapat menulis kata-kata yang dapat membuatku selalu penasaran sehingga sulit bagiku untuk berhenti membaca buku ini.

Meskipun pada awal buku terasa cukup membosankan bagaimana dalam waktu 3 hari Layken dapat langsung menyukai Will dan bla bla bla. Dan hal yang mengagetkan ketika Lake mengira ibunya memiliki kekasih baru yang disembunyikannya tapi nyatanya bukan kekasih yang disembunyikan ibunya tapi penyakit kanker paru-paru lah yang menggerogotinya.

Dalam buku ini juga terdapat karakter aneh sekaligus yang paling kusukai, yaitu Eddie. Jika kau mengira Eddie adalah laki-laki, well kau salah besar. Eddie merupakan perempuan, sahabat baru Lake yang sifatnya cukup aneh, di awal cerita kita bisa melihat bagaimana tanpa permintaan Lake Eddie menuliskan nomor telepon penting ke jadwalnya dan meminta jam istirahatnya diganti agar mereka memiliki jam istirahat yang sama, what a weird girl, rite? Selain itu masa lalu mengenai perjalanannya sebagai anak adopsi dari berbagai keluarga juga merupakan hal yang aneh tapi sekaligus bagus.

Selain itu aku suka puisi-puisi yang ditulis oleh Colleen, dan yang paling jelas kusukai adalah ketika Lake dan Will saling berbalas puisi dalam acara Slammed. *shaking my head* Damn! those words are deep and I’m crying when I read those words. Berikut adalah puisi Schooled yang dibacakan oleh Lake

I got schooled this year.

By everyone.

By my little brother…

by The Avett Brothers…

by my mother, my best friend, my teacher, my father,

and

by

a

boy.

a boy that I’m seriously, deeply, madly, incredibly, and undeniably  in love with…

 

I got so schooled this year.

By a nine-year-old.

He taught me that it’s okay to live life

a little backwards.

And how to laugh

At what you would think

is un-laughable.

 

I got schooled this year

By a Band!

They taught me how to find that feeling of feeling again.

They taught me how to decide what to be

And go be it.

 

I got schooled this year.

By a cancer patient.

She taught me so much. She’s still teaching me so much.

She taught me to question.

To never regret.

She taught me to push my boundaries,

Because that’s what they’re there for.

She told me to find a balance between head and heart

And then

she taught me how…

 

I got schooled this year

By a Foster Kid

She taught me to respect the hand that I was dealt.

And to be grateful I was even dealt a hand.

She taught me that family

Doesn’t have to be blood.

Sometimes your family

are your friends.

 

I got schooled this year

By my teacher

He taught me

That the points are not the point,

The point is poetry…

 

I got schooled this year

By my father.

He taught me that hero’s aren’t always invincible

And that the magic

is within me..

 

I got schooled this year

by

a

Boy.

a boy that I’m seriously, deeply, madly, incredibly, and undeniably in love with.

And he taught me the most important thing of all…

To put the emphasis

On life.

 

Dan ini adalah puisi balasan dari Will untuk Lake

I met a girl in a U-Haul.

A beautiful girl

And I fell for her.

I fell hard.

Unfortunately, sometimes life gets in the way.

Life definitely got in my way.

It got all up in my damn way,

Life blocked the door with a stack of wooden 2×4’s nailed together and attached to a fifteen inch concrete wall behind a row of solid steel bars, bolted to a titanium frame that no matter how hard I shoved against it-

 

It

wouldn’t

budge.

Sometimes life doesn’t budge.

It just gets all up in your damn way.

It blocked my plans, my dreams, my desires, my wishes, my wants, my needs.

It blocked out that beautiful girl

That I fell so hard for.

 

Life tries to tell you what’s best for you

What should be most important to you

What should come in first

Or second

Or third.

 

I tried so hard to keep it all organized, alphabetized, stacked in chronological order, everything in its perfect space, its perfect place.

I thought that’s what life wanted me to do.

This is what life needed for me to do.

Right?

Keep it all in sequence?

 

Sometimes, life gets in your way.

It gets all up in your damn way.

But it doesn’t get all up in your damn way because it wants you to just give up and let it take control. Life doesn’t get all up in your damn way because it just wants you to hand it all over and be carried along.

Life wants you to fight it.

Learn how to make it your own.

It wants you to grab an axe and hack through the wood.

It wants you to get a sledgehammer and break through the concrete.

It wants you to grab a torch and burn through the metal and steel until you can reach through and grab it.

 

Life wants you to grab all the organized, the alphabetized, the chronological, the sequenced. It wants you to mix it all together,

stir it up,

blend it.

 

Life doesn’t want you to let it tell you that your little brother should be the only thing that comes first.

Life doesn’t want you to let it tell you that your career and your education should be the only thing that comes in second.

And life definitely doesn’t want me

To just let it tell me

that the girl I met,

The beautiful, strong, amazing, resilient girl

That I fell so hard for

Should only come in third.

Life knows

Life is trying to tell me

That the girl I love,

The girl I fell

So hard for?

There’s room for her in first.

I’m putting her first.

Posted in Uncategorized

Review : Never Fade (The Darkest Minds #2) by Alexandra Bracken

16150830

Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301Rainbow-Stars-doodle-polyvore-clippingg-E2-99-A5-16192820-300-301

It’s the second book from The Darkest Minds trilogy. Well, I can say it’s a good book altough I don’t really like how the plot that is  too slow for me. For half of the story I dozed off so many times when I read it. It’s a good thing to read how detail what the character feels from their point of view but sometimes it just too much. Too much detail makes the plot slow and makes it boring so yeah it’s good but it’s not my favorite kind of book.

Aside from the plot I like how the stroy start from Ruby when she’s working for League till she meet Liam, again. Ruby, still the girl who hate and afraid of her ability as an Orange. She’s not really changed and sadly her character stuck. So yeah she’s not one of my favorite female character. Liam, I miss the old Liam, the first book Liam. I miss how carefree and easygoing he is. I know a lot of things happened to him but I don’t know, just show us that side of him is still there. Chubs, dude I like how Chubs changed since the first book, he’s still smart but now he’s more mature and can control himself. The new addition character Vidia and Jude aren’t bad either. I like them just fine. But I miss Zu, like seriously how cute her character. I know we have a new little character Jude but he’s different from Zu. I prefer Zu than Jude, I mean her character is more natural than Jude that I think too cildish for his own good. Clancy, still the freak dude that I hate. I don’t know but I have this feeling  from him that reminds me of Warner from Shatter Me trilogy. Clancy and Warner have the same mood and mysterious character that creep me out.

So yeah, I know that I give 4 stars for The Darkest Minds but for this one, Never Fade sorry but I have to give this book 3 stars.

Posted in Uncategorized

Review : Into the Still Blue (Under the Never Sky #3) by Veronica Rossi

StillBlue_jkt-c-660x1024

What a great way to end the Under the Never Sky trilogy. I love how this book is all about sacrifice, start from Perry to Cinder’s sacrifice. And the most I love from this trilogy is how all the caharacters growing up on their feels and their character.

First from Perry, in the first book we can see a boy that wanted to be a Blood Lord learn how to make an agreement with a Dweller girl. In this book Perry still just a naiive boy and he never expected himself to fall for the Dweller girl. Perry grown in the second book after he finally killed his brother and became Blood Lord in this second book he started to adapt to his new life we can see how he made a mistake by trusting Kirra and how he made a good decision to relocate the Tides to a cave because of the Aether Storm. And in the third book we can see all the sacrifices he had to made. How he had to survive when Sable tortured him and how he sacrified his life for his tribe so they got a chance to find the Still Blue.

Aria. Her life is seriously changed since the night she went to Ag 6 with Sorren. Yes in the first book sometimes she still act as a dumb Dweller girl but I can accept that because she’s all new into the outside. I mean all her life she spent it in Reverie, and suddenly she had to life in the outside with Aether Storm always threat her to death. Her ability as an Aud is amazing. She learn what, like 1 year and then BOOM she’s an awesome Aud. I just love how her character become mature since the first book till Into the Still Blue.

Roar. Damn! He’s my favorite character in this Under the Never Sky trilogy. Yes I said that my favorite character in the first book is Perry but in after read the second and third book I fall for Roar. He’s not perfect yes, He just a boy or a man or a manboy lol. I love how he came up after what happened to Liv. He didn’t let his broken heart lead his life. He had his grief for Liv but aftre that he started become himself again, he started to help Perry and Aria again.

After all I give this book 4 stars.